Sabtu, 29 Maret 2014

1 Islam Di Rusia


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!
 
Islam masuk ke Rusia pada pada tahun 992 Masehi, ketika sekelompok etnis Rusia yang hidup di Siberia, yang disebut Bulgar, memeluknya dan kemudian menyebarkannya ke seluruh Rusia. Diperkirakan jumlah Muslim di Rusia sekarang lebih dari 30 juta orang, meskipun statistik sejak setengah abad lalu mengatakan jumlah kaum muslimin tidak melebihi 20 juta orang. Bahkan, ada beberapa republik dalam Federasi Rusia yang mayoritas penduduknya beragama Islam, seperti Tatarstan, Chechnya, Bashkortostan, Dagestan, Ingushetia, Kabardino-Balkaria, Karachay-Cherkessia, dan lain-lain. Jumlah Muslim di ibu kota Moskow sekarang lebih dari satu juta orang, dan mereka menderita masalah yang secara umum dialami oleh masyarakat Rusia, terutama masalah ekonomi.
 
Kaum Muslimin Rusia terbagi dalam 14 wilayah administratif, terletak di dua wilayah geografis politis Rusia yang sangat rawan konflik. Enam republik dan satu wilayah administratif berada di Rusia tengah, berbatasan dengan Kazakhstan; dan tujuh republik lain di Kaukasus Utara berbatasan dengan Georgia, Azerbaijan, Armenia, Turki dan Iran.
 
Menurut United States Department of State, terdapat sekitar 21-28 juta jumlah penduduk  Muslim di Rusia, sekurang-kurangnya 15-20 persen dari 142 juta jumlah penduduk negara ini dan membentukkan agama minoritas yang terbesar. Masyarakat besar Islam dikonsentrasikan di antara warga negara minoritas yang tinggal di antara Laut Hitam dan Laut KaspiaAvarAdygheBalkarNogaiOrang ChechnyaCircassianIngushKabardinKarachay, dan banyak bilangan warga negara Dagestan. Di Volga Basin tengah ada penduduk besarTatar dan Bashkir, kebanyakan mereka Muslim. Banyak Muslim juga tinggal di Perm Krai dan UlyanovskSamaraNizhny NovgorodMoscowTyumen, dan Leningrad Oblast (kebanyakannya kaum Tatar).
 
Siapakah Muslim Rusia?
 
Muslim Rusia adalah bagian dari Muslim Soviet Rusia, terdiri dari kelompok yang heterogen, mereka sama sekali berbeda dalam etnis, bahasa dan budaya bahkan mereka berbeda dalam interaksinya dengan Islam. Dan etnis yang beragam ini kemudian disertai dengan keanekaragaman bahasa, dan masing-masing bahasa memiliki dialek yang banyak. Bahasa Arab diajarkan di sekolah Dasar dan madrasah-madrasah, tujuan utamanya adalah untuk membaca Al-Qur’an dan memahami artinya. Mereka tidak bisa menulis dan berbicara bahasa Arab, kecuali orang-orang yang telah mendapatkan pendidikan tinggi. Sama halnya dengan bahasa Persia, yang merupakan kunci lain untuk mengakses ilmu-ilmu Islam. Pada awal-awal abad ini, bahasa Rusia menjadi “bahasa pemahaman” antara masyarakat Uni Soviet.
Kemudian secara luas, umat Islam di Uni Soviet terkonsentrasi -walaupun tidak menyeluruh- di Asia Tengah, yaitu di daerah yang dibatasi oleh Laut Kaspia di barat, Cina di timur, Turki, Iran dan Afganistan di selatan. Masing-masing bersebelahan dengan Pakistan dan India, akan tetapi ini bukan fakta, karena lebih dari separuh Muslim di Uni Soviet sudah tinggal di daerah Asia Tengah. Sisanya menyebar di seluruh wilayah Uni Soviet, terutama di Rusia.
 
 Di Rusia, ada lima republik otonom Muslim yang mayoritas penduduknya beragama Islam, yaitu Republik Tatarstan, Republik Dagestan, Republik Bashkiria (Bashkortostan), Republik Kabardino-Balkaria dan Republik Chechnya, ditambah umat Islam yang ada di republik lain dengan penduduk mayoritas Kristen, seperti Republik Ossetia Utara, Republik Mari El, Republik Udmurtia, juga di republik lain dimana umat Islam menjadi warga negaranya atau membentuk komunitas Islam.
Penyebaran Islam di Rusia
 
Islam masuk ke Rusia dibawa para pedagang Muslim Arab dari wilayah Kaukasus dan tiba di Moskow dari utara bukan dari selatan seperti yang diduga beberapa sejarawan, mereka berpendapat bahwa Islam datang ke Moskow dari selatan, sebagai jalan paling mudah untuk gerakan kafilah pedagang. Sebab, suku-suku Cossack Rusia yang telatih untuk berperang, telah berdiri menentang penyebaran Dakwah Islam dan pengaruh Islam yang merayap menuju jantung Rusia.
Hal itu kemudian memaksa para pedagang Muslim dan para da’i untuk melintasi stepa Asia Tengah menuju Siberia, dengan bantuan kaum Tatar yang telah masuk Islam dan mendapat petunjuk kepada agama yang haq sejak abad kesembilan Masehi di Kerajaan mereka, Kerajaan Volga Bulgaria Timur, yang sekarang menjadi tanah air mereka. Daerah ini sebagian besar telah memeluk Islam pada abad kesepuluh, dan pada abad 11 dan 12, Islam menyebar di wilayah Ural, yang sekarang bernama Republik Bashkiria (Bashkortostan). Berkat para pedagang Muslim dari Arab, Iran dan Turki Islam kemudian menyebar ke berbagai bagian lain wilayah Rusia.Kaum Muslim saat ini, telah menjadi kekuatan baru di sekitar Rusia, dari Siberia di sebelah utara dan timur laut ke arah selatan.
Islam tiba di Moskow sekitar tahun 1200 Masehi, ketika itu, ibukota kerajaan Muslim ada di kota Kazan. Saat itu, Moskow membayar pajak kepada Kazan. Kazan tetap menjadi ibukota kaum muslimin sampai tahun 1552, ketika Tsar Rusia Ivan The Terrible berhasil menduduki dan menghancurkan Kazan, membakar masjid, memindahkan qubah-qubah indah ke Kremlin Moskow dan Red Square, yang masih ada sampai hari ini. Kemudian ia menduduki kota Astrakhan pada tahun 1556, Siberia Barat tahun 1598, dan pada akhir abad keenam belas tiba di daerah-daerah Muslim di Kabordino dan Chechnya. Sejak saat itu, Rusia memulai peperangan mereka melawan kaum muslimin, mereka melarang kaum muslimin melakukan praktek keagamaan dan memaksa mereka untuk mengikuti kebiasaan dan tradisi Rusia. Semua itu dilakukan dalam rangka me-rusia-kan kaum muslimin, jika tidak dikatakan: mengkristenkan mereka. Mereka memperlakukan kaum muslimin dengan kejam, menimpakan berbagai siksaan, merampas kekayaan mereka dan memperkenalkan undang-undang hukuman untuk memaksa penduduk setempat agar menolak agama Islam. Akan tetapi, mereka tidak berhasil dalam proyek ini.
Mayoritas Muslim tetap mengikuti agama mereka, kekejaman Rusia tidak mampu menghentikan penyebaran Islam. Dan sungguh sebuah paradoks yang aneh, sebaliknya Islam mencapai kemajuan baru di paruh kedua abad 18, pada masa pemerintahan Ratu Rusia, Catherine II, dengan berubahnya kebijakan Rusia terhadap umat Islam yang hidup dalam perbatasannya. Saat itu, kaum muslimin mencicipi kebebasan. Pada tahun 1764, propaganda toleransi beragama menguat, dan pada tahun 1767 pengusiran penduduk Tatar dari kota mereka, yaitu Kazan, dicabut pemerintah. Pemerintahan menuju tahap baru pada tahun 1773 dengan memberikan Tatar Volga kebebasan beragama, hak untuk membangun masjid dan sekolah Al-Quran. Pedagang Volga kemudian menjadi mediator yang sangat baik antara Tsar Rusia dan Asia Tengah. Mereka juga bertindak sebagai da’i dan muballigh, membangun masjid, sekolah dan membawa Islam kepada orang-orang yang masih semi-politheis di Bashkiria dan Siberia Barat.
Kebijakan Tsar Rusia ini bukan didasari karena kecintaan terhadap umat Islam, tetapi kebijakan yang didorong kepentingan Rusia untuk memperluas pengaruh dan kontrol atas daerah tetangga, karena ia menyadari kemungkinan untuk memanfaatkan masyarakat Muslim yang berada di Rusia, sehingga kehadiran Rusia di Asia Tengah dapat diterima bahkan diinginkan di wilayah itu. Hal itulah yang mendorong para penguasa Rusia untuk memperhatikan kekuatan politik umat Islam yang tinggal di Tsar Rusia pada saat itu, pemerintah mulai mencoba untuk mendapatkan dukungan mereka, didirikanlah lembaga sebagai pusat Fatwa di Renburg (kemudian pindah ke Ufa) pada 1788. Setelah itu, dibentuk tiga lembaga lain untuk Penerbitan Fatwa dalam abad berikutnya, satu lembaga pada 1831, dan dua lainnya pada tahun 1872. Lembaga-lembaga ini sejenis hai’ah ulama (institusi ulama), yang ada di pemerintahan Utsmani. Lembaga ini memiliki wewenang dalam beberapa aspek hukum perdata, bertanggung jawab atas kaderisasi ulama, pemeliharaan Wakaf dan publikasi buku-buku keagamaan yang tidak dibolehkan terbit sebelum tahun 1800.
Setelah lima tahun berlalu, tepatnya pada tahun 1806, sekitar 26.000 buku dicetak, termasuk 1500 salinan al-Qur`an, publikasi ini semakin meningkat ketika kaum muslimin diizinkan menggunakan mesin cetak di pertengahan abad itu. Saat itu, para ulama dan agamawan diwajibkan untuk mendaftar secara resmi, sehingga dari sudut pandang pemerintah, mereka dianggap sebagai perwakilan Islam yang diakui dan berada di bawah kontrol Kekaisaran Rusia. Sebagai imbalannya, mereka menikmati berbagai keuntungan, termasuk pembebasan pajak dan dinas militer, dan anak-anak mereka menikmati hak-hak yang dinikmati oleh anak-anak bangsawan. Namun di sisi lain, mereka memperlihatkan loyalitas kepada pemerintah, meskpun secara formalitas. Demikianlah karakter lembaga Islam dan dampaknya di kalangan umat Islam pada era kekaisaran, sampai meletusnya kebebasan beragama di Rusia pada tahun 1905, sebuah kesempatan bagi Islam memulai sebuah fase baru, dan situasi ini berlanjut hingga sekitar dua puluh tahun.
 
Masjid Qolşärif - Masjid di Kazan, Rusia.
 
Islam di Bawah Kekuasaan Komunis
 
Ketika Perang Dunia Pertama pecah, kaum Muslimin berhasil menduduki posisi yang terhormat di kekaisaran Rusia, atas apa yang telah mereka persembahkan dalam perang untuk kepentingan negara mereka. Akan tetapi, kondisi ini segera berubah setelah komunis mengkudeta pemerintahan. Kondisi umat Islam sangat berbeda dengan kondisi pada akhir era Kekaisaran Rusia. Para penguasa Komunis Soviet berbeda sikap, karena tujuan utama komunis adalah untuk memberantas agama dalam segala bentuknya, yang dianggap sebagai “candu masyarakat”, menurut istilah salah seorang pemimpin mereka.
Dimulailah serangkaian panjang penindasan agama, penerapan langkah-langkah memusuhi Islam, dan dapat dikatakan bahwa selama era Soviet, Islam telah menelan berbagai bentuk permusuhan Komunis terhadap agama secara umum; masjid berubah menjadi toko-toko, kafe, kursus tari dan bioskop, padahal pada tahun 1912, di Rusia saja, kaum muslimin memiliki lebih dari 26.000 masjid, dan pada tahun 1941 tidak ada masjid yang tersisa kecuali sekitar 1.000 saja, pengadilan syariah sepenuhnya ditutup pada tahun 1927 dan sistem wakaf dihapus pada tahun 1930. Sementara tulisan Arab dihapus pada tahun yang sama, sekolah agama ditutup, institusi ulama dibubarkan dan banyak dari mereka yang kemudian dieksekusi. Kaum muslimin tidak diperbolehkan untuk melakukan haji, sistem pemeliharaan babi secara kolektif mulai diberlakukan di tanah-tanah kaum muslimin, publikasi literatur agama dicekal, ibadah puasa menjadi hal yang hampir mustahil, upacara keagamaan dan peringatan peristiwa bersejarah dalam Islam dilarang dalam bentuk apapun.
Partai Komunis di Rusia melihat Islam sebagai kekuatan yang bersebrangan, agama dan iman adalah hambatan menuju komunisme, dan dia harus cepat-cepat bekerja untuk menghancurkan dengan propaganda dan informasi yang bersebrangan, bahkan, jika diperlukan, bisa juga menggunakan jalur administrasi dan kepolisian. Dengan cara itulah para pemimpin Bolshevik melihat Islam sejak awal masa kekuasaannya, sebuah posisi yang disokong oleh Lenin, seorang musuh abadi bagi agama. Serangan Komunis terhadap agama Islam membentang sejak tahun 1928 sampai deklarasi Perang Dunia II. Serangan fisik ini diiringi dengan berbagai propaganda yang sangat anti Islam, bahkan kemudian terkoordinasikan sehingga mencapai dampak maksimal, digawangi oleh aktivis serikat pekerja anti Tuhan “Sans-Dieu”, yang didirikan pada tahun 1925, serta berbagai media dan organisasi negara serta lembaga pemerintah komunis.
Perlu juga untuk disebutkan di sini beberapa kutipan dari Ensiklopedia Mini Soviet dalam Volume IV halaman 879-880, pada subjek “Islam”, yang menjelaskan posisi resmi pemerintah Rusia terhadap agama Islam, seperti: “Islam pada masa kekaisaran Rusia Tsar memiliki kedudukan yang tinggi dan dipergunakan sebagai alat oleh kaum kapitalis. Setelah Revolusi Oktober, Islam kemudian memegang bendera anti-revolusioner. Dan sebagai efek dari pembangunan sosialisme dan pertumbuhan ateisme, bangsa ini harus dibebaskan dari penindasan Islam yang telah mengkronis, yang menjadi ideologi orang kaya dan musuh revolusi.”
Dalam ensiklopedia utama Soviet “Ensiklopedia Bolshevik” edisi kedua Volume XVIII halaman 516-519, pada subjek “Islam”, “Islam, seperti semua agama lainnya, selalu memainkan peran oposisi, karena merupakan alat penganiayaan secara spiritual kelas pekerja lokal, dieksploitasi oleh para penjajah asing dari masyarakat Timur Tengah…
Musuh-musuh internal revolusi dan kaum imperialis asing menggunakan Islam untuk memerangi negara Rusia Soviet setelah kemenangan komunis pada Revolusi Oktober, sepanjang perang saudara dan intervensi asing… Demikian pula pihak-pihak lain mencoba mendapatkan keuntungan dari Islam. karena itu, sosialisme terus berupaya memeranginya sepanjang era konstruksi di Rusia. Saat itu, ulama Muslim memimpin perjuangan kelas melawan legislasi Soviet dalam bidang keluarga, pernikahan, dan memperjuangkan pembebasan perempuan dan membela hak mengenakan jilbab.
Selain itu, mereka menggunakan semua propaganda media terhadap agama Islam, yang disirkan melalui radio dan film anti agama, termasuk banyak film yang mengejek Muslim di Rusia, membuat olok-olok agama mereka dan menunjukkan bahwa Islam adalah penyebab kebekuan pikiran, keterbelakangan dan penderitaan. Film itu juga memperlihatkan berbagai ritual secara histeris, sehingga menjadi bahan tertawaan dan ejekan yang parah, seperti tata cara wudhu, shalat, haji dan lain-lain.
Umat Islam terus menanggung semua penidasan mulai dari terorisme, pengintaian dan pelecehan, sampai pada Perang Dunia II, dimana terjalin kesepakatan antara pemerintah Rusia dan institusi Islam, keadaan ini terus berlanjut selama era Stalinis pasca perang. Pada bulan Juli 1942, Mufti Rusia dan Eropa, Abdul Rahman Rasulaev, menjalin hubungan dengan Stalin, menguatkan kesepakatan dan berjanji bahwa Muslim akan mendukung upaya perang dan itulah yang terjadi. Dengan demikian, berhentilah propaganda anti-Islam secara relatif, demikian pula penderitaan dan teror sedikit mereda, Negara dengan Islam berhubungan secara resmi melalui bimbingan negara, terutama setelah pembentukan banyak lembaga Islam. Situasi ini terus berlanjut sampai kematian Stalin, dan ini adalah periode yang melegakan bagi kaum muslim Rusia.
Kemudian pada era Khrushchev, prinsip “back to Lenin” mengakhiri era rekonsiliasi. Ia meluncurkan propaganda baru melawan Islam, yang berlangsung dari tahun 1954 sampai tahun 1964. Pada masa itu, sebagian besar masjid yang tadinya terbuka untuk ibadah dan tempat-tempat ziarah dan kunjungan ditutup. Ia juga meluncurkan siaran pers, radio, televisi dan bioskop dan kampanye yang sangat intens menyerang agama.
Setelah era Khrushchev jatuh, hubungan antara pemerintah dan umat Islam memasuki fase baru, dimana serangan terhadap agama Islam sedikit mengendor, dan propaganda memusuhi Islam mengambil karakter baru yang lebih beraroma ilmiah, pemerintah meyakinkan bahwa serangan terhadap agama dan ulama adalah tidak begitu membuahkan hasil, karena itu, serangan melawan Islam dilahirkan ke dalam tataran ideologis sesuai dengan ideologi Marxisme – Leninisme yang pada dasarnya anti agama, karena itu, Partai Komunis tidak bisa terus bersikap netral terhadap Islam.
Perbedaan antara era Leninis, Stalinis dan era lain berikutnya hanyalah dalam metode yang digunakan oleh pemerintah Rusia untuk mempercepat penghapusan agama dan menghancurkannya. Akan tetapi, meskipun berbagai upaya sudah dilakukan melalui propaganda media, tekanan dan teror, pemerintah Rusia tetap tidak puas dengan hasil yang dicapai dari berbagai upaya ini, dan mengumumkan kegagalan propaganda dan media diarahkan terhadap Islam. Bahkan, sebaliknya, serangan yang ditujukan terhadap Islam memunculkan fenomena lain. Sebagai contoh kami kemukakan sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 1978 di Republik Chechnya, Rusia. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa hanya 20 % dari rakyat Chechnya saja yang terpengaruh propaganda media yang memusuhi Islam, sedangkan 80 % dari populasi mereka yang tersisa justru bersikap antipati terhadap propaganda anti agama, atau bersikap acuh tak acuh.
 
Pusat Keislaman dan Lembaga Keagamaan di Rusia pada Periode ini
 
Sebelum runtuhnya Uni Soviet, ada empat lembaga keagamaan yang didirikan pasca Perang Dunia II untuk menggantikan peran Mufti, yang telah ada pada masa Kekaisaran Rusia. Dua departemen ini berlokasi di Rusia, sedangkan dua lainnya di Uzbekistan dan Azerbaijan.
Dalam hal ini, yang terpenting adalah dua lembaga keagamaan yang ada di Rusia, dimana keduanya dianggap sebagai pemandu urusan umat Islam sesuai dengan kebijakan Soviet, keduanya tidak memiliki tugas, selain memantau situasi umat Islam dan pergerakan mereka, dan mengatur urusan mereka sesuai dengan strategi pemerintah pusat Uni Soviet. Adapun publikasi pemikiran dan budaya Islam serta memperkuat ikatan iman di antara umat Islam adalah sesuatu yang tidak diceritakan. Lembaga ini menggambarkan beberapa hal berikut:
 
1. Manajemen aspek spiritual kaum Muslim Rusia Eropa dan Siberia: 
 Lembaga ini berpusat di Ufa (ibukota Republik Bashkiria, Rusia), dengan Tatar sebagai bahasa kerja dan daerah kerjanya meliputi republik administrasi Tatarstan dan Bashkiria serta seluruh komunitas Muslim di seluruh koloni Siberia, Rusia Timur yang ikut di bawah pemerintahan Uni Soviet.
Perlu disebutkan bahwa lembaga ini menjadi lembaga penerbitan Fatwa di era Kekaisaran Rusia, dengan Ufa sebagai pusatnya. Meskipun aktivitas lembaga ini telah berhenti setelah revolusi komunis, akan tetapi mulai aktif lagi pada era Stalin, dan Abdul Rahman Rasulaev bekerja keras membujuk Stalin untuk meredakan tekanan pada kaum muslim pada saat itu.
 
2. Manajemen spiritual umat Islam di Kaukasus Utara dan Dagestan: 
Pusat administrasinya di ibukota Makachkala Republik Dagestan, dan bahasa Arab adalah bahasa perkantoran. Bahasa Arab adalah bahasa sastra wilayah ini sejak ditaklukkan bangsa Arab pada abad kedelapan Hijriyah. Otoritas lembaga ini membentang meliputi semua daerah di Kaukasus Utara, Republik Dagestan, Balkaria, Chechnya dan Ingushetia, dan kaum Muslimin di Republik Ossetia Utara, daerah otonom Adag, Carachai dan Circassians.
 
Peta pembagian wilayah administrasi di russia
“Muslim di Rusia menghadapi berbagai serangan secara tidak adil melalui media massa resmi yang beroperasi dan dijalankan pihak-pihak yang mencurigakan, tangan-tangan Barat pun turut berkonspirasi guna melemahkan peran Islam di negara ini.”
 
Muslim di Rusia Setelah Runtuhnya Uni Soviet
 
Masa ini, setelah runtuhnya komunisme dan terbebasnya rakyat Uni Soviet dari kungkungan ateisme dan politik anti Tuhan, kaum muslimin yang tinggal di Rusia merindukan masa-masa dahulu, mereka merindukan kembali kepada pokok-pokok Islam, dan masa-masa penyebaran Islam sebelum jatuhnya Kazan, Katedral Islam di Rusia, di tangan Ivan The Terrible. Setelah 500 tahun hidup dalam ketidakadilan, penindasan, kristenisasi dan pengkafiran, kaum Muslimin sekarang terbebaskan, dan mereka ingin membangun masa depan mereka berdasarkan Islam yang benar, jauh dari kekuasaan kaisar dan kaum ateis. Mereka menegaskan sebuah fakta penting bahwa mereka adalah kaum Muslim bangga dengan keislamannya, dan mereka memiliki hak untuk menentukan nasib mereka sendiri dan berhak untuk menikmati hak-hak mereka di negeri Islam mereka.
Sebanyak 20  juta Muslim di Rusia, memendam kerinduan dan keinginan kembalinya Islam kepada mereka, meskipun tidak pernah terucap keluar hati mereka, meski komunis selalu berupaya untuk membunuh Islam dalam pikiran, jiwa dan manifestasi kehidupan. Situasi baru ini tentu saja memerlukan lembaga-lembaga dan sentral yang mampu memecahkan masalah, memenuhi kebutuhan umat Islam, menganalisa berbagai kejadian mutakhir di Rusia dan memberikan pandangan mereka mengenai isu-isu penting bagi umat Islam. Masalah-masalah muslim Rusia secara umum begitu banyak dan membutuhkan kerjasama serta dukungan tanggung jawab setiap Muslim, terutama Negara-negara Islam.
 
Lembaga-lembaga Keagamaan
 
Kaum Muslimin Rusia meyakini bahwa penyebaran ajaran Islam adalah misi global masyarakat Muslim yang membutuhkan dukungan finansial dan moral dari semua Muslim di dunia dan pengaturan skala prioritas sesuai tuntutan situasi, hal inilah yang mendorong kaum muslimin Rusia untuk mendirikan Islamic center, dengan nama “Pusat Koordinasi Urusan Agama. Sebenarnya, pusat ini menggantikan peran lembaga keagamaan masa sebelumnya yang runtuh satu demi satu, karena tidak bisa berkompromi dengan sejarah dan gagal memimpin kebangkitan Islam yang muncul setelah pergerakan Islam kontemporer, karena mentalitas kepatuhan mereka, di mana mereka memainkan peran perogatif, mengangkat dan memecat para imam dan para pengurus lembaga pengelola urusan umat Islam sesuai keinginan mereka. Selain itu, secara langsung lembaga berada di bawah naungan negara dan mengimplementasikan kebijakan Negara terlepas dari kepentingan umat Islam.
Langkah pertama yang dilakukan pasca gerakan kebangkitan Islam adalah menyatukan umat Islam dan mengatur urusan mereka setelah runtuhnya Uni Soviet, kondisi perpecahan ini membuat umat tidak dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Di antaranya adalah pertemuan yang dihadiri hampir 120 perwakilan masjid-masjid di Republik Bashkirstan, pusat lembaga keagamaan terdahulu, mereka sepakat untuk mendirikan insitusi agama baru untuk mengatur urusan kaum Muslim Republik ini dan tidak mengaktifkan kembali lembaga pusat keagamaan warisan Uni Soviet. Dewan yang hadir sepakat untuk mendirikan institusi independen yang tidak terkait pihak manapun, dan instutusi ini kemudian tercatat di pemerintahan, sehingga memberikan legitimasi hukum. Setelah itu, diadakan pula pertemuan serupa di masing-masing Republik Tatarstan Rusia dan sungai Volga, Pertemuan-pertemuan ini diikuti dengan berdirinya berbagai institusi baru.
Untuk menghindari efek buruk yang mungkin terjadi dan agar hasil kerja keras kaum muslimin di Rusia lebih efektif, para pemimpin institusi baru ini kemudian bersepakat untuk menyatukan semua institusi ini di bawah naungan Dewan Syura yang akan mengawasi kinerjanya dan mengkoordinir antara institusi sehingga masing-masing bisa mengambil manfaat dari pihak lain dalam berbagai bidang, saling melengkapi satu sama lain, sehingga hasil yang bisa diambil menjadi lebih luas dan komprehensif. Dan puncak upaya ini adalah dengan terbentuknya “Pusat Tertinggi Koordinasi Agung Muslim Rusia” sebagai juru bicara resmi atas nama institusi terhadap negara dan luar negeri. Pusat Koordinasi ini telah menerima lisensi dari Departemen Kehakiman di Federasi Rusia pada tahun 1994, dan telah mulai bekerja diawali dengan pemilihan kepala eksekutif oleh Dewan Syura yang terdiri dari para kepala institusi cabang.
 
Daerah di Rusia dengan mayoritas Muslim (hijau)
 
 
Kegiatan Pusat Koordinasi Keagamaan Muslim di Rusia:
 
Pusat Koordinasi bertugas untuk mengawasi dan mengatur semua lembaga keagamaan yang ada di Rusia, konsolidasi organisasi Muslim dan mengkoordinasikan kegiatan mereka di semua wilayah di bawah federal Rusia. Sejak awal berdirinya, Pusat Koordinasi bertugas untuk membantu mengadakan seminar dan konferensi masyarakat Muslim di daerah dalam rangka mengatur kondisi mereka. Jumlah masjid yang berada di bawah bimbingan Pusat Koordinasi berjumlah sekitar 300 masjid. Dan yang paling penting, Pusat koordinasi sangat memperhatikan sekolah-sekolah Islam, berupaya untuk mengembangankan dan meningkatkan kualitasnya. Pusat telah merancang sebuah studi untuk menetapkan kurikulum umum untuk semua sekolah yang mencakup 100 sekolah dengan berbagai tingkatannya. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan level kebudayaan. Di samping itu, Pusat Koordinasi juga mendirikan sekolah-sekolah khusus untuk mencetak kader imam, khatib dan guru.
Selain itu, ada pula proyek yang sedang dipersiapkan, yaitu mendirikan Central Islamic College, yang akan menerima lulusan terbaik dari sekolah menengah. Dewan Syura Pusat Koordinasi memerintahkan untuk mendirikan Islamic College untuk mengajar dan mencetak guru dan kader yang memiliki keahlian dan spesialisasi dalam mengajar, sehingga kelak, mereka bisa mengambil alih pengelolaan urusan sekolah yang semakin meningkat dan tersedia di berbagai daerah guna membina generasi Islam yang tercerahkan dan terdidik. Lokasi yang dipilih sebagai tempat Islamic College ini adalah Moskow, mengingat pentingnya kota ini sebagai ibu kota, memudahkan pengorganisasian dan perhubungan, di samping Pusat Koordinasi pun mengambil Moskow sebagai basisnya.
Di sisi lain, sebagai hasil dari upaya untuk memperluas cakupan Studi dan Penelitian Islam, di Moskow, tahun 1996-1997, diumumkan sebagai awal tahun pelajaran Pusat Studi Bahasa Arab dan Kajian Islam di Universitas Moskow, serta di Institut Peradaban Islam yang bernaung di bawah Universitas Kebudayaan Islam untuk mempelajari Al-Qur`an, Sunnah, Hadis, perbandingan agama dan dasar-dasar ilmu keislaman, di samping pengajaran bahasa Arab, Turki dan Tatar.
Adapun sikap terhadap isu-isu politik kontemporer yang berkaitan dengan umat Islam di dalam dan luar negeri, Dewan menegaskan sikapnya bahwa Muslim Rusia harus memiliki peran politik, Islam dan umat Islam di Rusia harus memiliki pertimbangan dan sikap lain. Rusia adalah negara dengan berbagai bahasa dan agama yang berbeda. Menurut politisi Rusia, Rusia adalah untuk Rusia saja, dan itu adalah negara Kristen Ortodoks, mereka lupa bahwa di Rusia terdapat sekitar dua puluh juta umat Islam yang bukan penghuni baru negara ini, akan tetapi mereka adalah penduduk asli, mereka telah menghuni tanah ini sejak zaman dahulu sampai sekarang, mereka harus menikmati hak mereka untuk menentukan nasib sendiri. Karena itu, Dewan kemudian mulai pergerakan politiknya dengan mendirikan komunitas politik dengan nama “Persatuan Muslim Rusia”, untuk membela kepentingan umat Islam dan membantu mengambil posisi mereka di negara ini.
Dewan ini juga memiliki sikap istimewa untuk krisis Chechnya, para pejabatnya telah mengumumkan secara terbuka pada sebuah konferensi pers di Moskow, bahwa mereka mengutuk kebijakan pemerintah Rusia di Chechnya, dewan kemudian mengeluarkan fatwa larangan memerangi kaum Muslim di Chechnya dan larangan untuk membantu tentara yang memerangi bangsa Chechnya dan tidak boleh menshalati jenazah tentara Muslim yang bergabung dengan tentara Federasi Rusia. Bahkan, Dewan mengancam pemerintah, jika militer Rusia tetap melakukan penindasan terhadap kaum Muslimin, maka Dewan akan mengeluarkan fatwa larangan berafiliasi kepada angkatan bersenjata Federasi Rusia. Keputusan dan sikap tegas ini bergema di seluruh Rusia.
Melalui keputusan politik ini, kita bisa menganalisa perbedaan besar antara sikap dan posisi lembaga sebelumnya di era komunis. Selain lembaga terdahulu tidak mampu mengelola urusan umat Islam, lembaga juga langsung berada di bawah bimbingan Negara dan staf agamawan dalam lembaga itu adalah para pegawai yang dipekerjakan pemerintah melalui komite urusan agama pada waktu itu, sehingga tidak mengherankan jika mereka kemudian mengeluarkan fatwa, selama perang Afghanistan, bahwa tentara muslim Rusia yang terbunuh dalam perang melawan Mujahidin Afghanistan adalah seorang syahid, mereka telah menjalankan kewajibannya untuk berjuang melawan musuh.
Caucasus-ethnic_en.svg
Ethno-Linguistic groups in the Caucasus region
 
 
Tantangan Masa Kini dan Masa Depan
 
Muslim di Rusia menghadapi berbagai serangan melalui media dan tidak adil, melalui media massa resmi yang beroperasi di negaranya yang dijalankan tangan-tangan yang mencurigakan. Selain itu, ditambah pula tangan-tangan Barat yang berkonspirasi untuk melemahkan peran Islam di Rusia secara khusus, dan di seluruh negara yang baru saja berdiri independen. Islam terus menerus diberitakan dan digambarkan surat kabar dan artikel majalah secara buruk, Islam digambarkan sebagai teroris, cenderung untuk melakukan peperangan dan tindakan kriminal. Bahkan, ada beberapa program dan film yang disiarkan melalui radio dan televisi yang secara terang-terangan menghabisi Islam dengan berbagai kecurigaan dan tuduhan palsu yang tidak adil terhadap kaum muslimin. mereka lupa bahwa Islam adalah agama perdamaian, kebudayaan dan pengetahuan, dan bahwa berkat ulama Islam-lah Barat dan Timur menuai ilmu dan pengetahuan dalam berbagai bidang dan seni hingga sampai pada taraf yang sekarang dinikmati. Selain itu, berbagai propaganda yang merugikan umat Islam banyak dilakukan untuk menjauhkan mereka dari agamanya. Semua dilakukan dari dalam, secara terorganisir dan sangat berbahaya baik dengan bahasa nasional maupun lokal, seperti bahasa Dagestan, Tatar dan Bashkir.
Misalnya, misionaris Kristen datang ke pabrik-pabrik, di sana mereka menyebarkan gagasan dan budaya mereka di antara para pekerja Muslim. Mereka bekerja keras untuk memalingkan kaum muslimin dari agama mereka dan menjauhkannya dari keyakinan yang otentik, terutama karena adanya gejala kembalinya Muslim Rusia kepada agama mereka dengan begitu cepat setelah disintegrasi Uni Soviet dan runtuhnya rezim komunis, ditandai dengan tumbuhnya berbagai gerakan keagamaan yang sangat antusias untuk kembali kepada agama dan ritual-ritualnya. Dan semangat kembali kepada agama ini tentu saja membutuhankan pengkoordinasian pendidikan dan persiapan, dan pengembangan sebuah strategi untuk melindungi umat Islam dari berbagai propaganda yang memusuhi Islam, menyebarkan budaya Islam dan memperkenalkannya kepada manusia.
Para cendekiawan dan intelektual Muslim berusaha sekuat tenaga, dengan segenap kekurangan dan kesederhanaan, dengan mencetak beberapa buku dari waktu ke waktu, menerjemahkan sejumlah buku-buku Islam ke dalam bahasa lokal, membuka pusat pembelajaran di kota-kota dan daerah pedesaan dan menekankan pentingnya peran masjid dalam membangun, mengembangkan dan mendidik kaum muslimin, serta melalui surat kabar Iman sebagai corong Pusat Koordinasi yang dipublikasikan secara bulanan.
Islam di Rusia mulai melangkah maju untuk mengambil posisinya sebagaimana di negara-negara lain, dan Islam mulai mewarnai berbagai posisi vital Rusia. Masjid yang di era sebelumnya sepi, mulai hidup kembali, suara adzan menyeru manusia untuk mendirikan shalat menggema dari berbagai menara yang menjulang tinggi sebagai pertanda lahirnya fajar baru Islam di Rusia.
Hanya saja, mereka memiliki masalah tersendiri. Banyak masjid-masjid yang belum dikembalikan fungsinya. Jika masjid di Rusia, sebelum Revolusi Oktober, berjumlah lebih dari 14 ribu masjid di berbagai daerah, maka pasca revolusi kemudian berkurang terus, hingga tersisa delapan puluh masjid saja.
Masalah lain yang dihadapi oleh umat Islam di Rusia, adalah kurangnya kader dalam jumlah yang memadai, kader yang terlatih sebagai da’i dan imam. Ini adalah sebuah persoalan yang sangat besar, beberapa masjid yang telah dikembalikan negara tidak memiliki imam dan guru untuk mengajarkan pokok ajaran agama kepada kaum muslimin dan generasi muda dan memperkenalkan mereka dengan realitas risalah Islam. Masalah ini adalah masalah yang sangat mendasar dan sangat memilukan, dan salah satu efek negatifnya, sebagian besar masjid tidak bisa mendirikan shalat Jumat.
Dalam lima tahun terakhir, berbagai upaya yang signifikan telah dilakukan untuk membangun kembali dan merekonstruksi masjid, sehingga terjadi peningkatan jumlah masjid menjadi empat ribu yang tersebar di berbagai wilayah Rusia. Jumlah itu boleh dikatakan sedikit jika dibandingkan jumlah kaum muslimin Rusia, dan juga sedikit jika dibandingkan dengan jumlah masjid pada era sebelumnya. Republik Tatarstan, misalnya, di sana hidup 4 juta kaum muslimin, akan tetapi hanya memiliki 1500 masjid, di samping sejumlah masjid kecil. Muslim republik ini masih memerlukan beberapa kali lipat jumlah masjid yang ada sekarang. Masalah lain yang juga sangat penting bagi umat Islam di Rusia, adalah ada empat sekolah bersejarah Islam, dimana administrasi dan pengelolaannya belum kembali kepada kaum muslimin.
Selain itu, masjid di kota Tomsk yang disebut “al-Abyadh”, sebuah masjid yang sangat kuno dan sangat jarang ada masjid seperti itu di Siberia, telah berubah menjadi pabrik minuman keras pada rezim komunis, dan pabrik itu masih ada di dalam masjid sampai hari ini.
Meskipun dalam hukum Rusia semua agama adalah sama, akan tetapi ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa gereja menikmati kebebasan lebih banyak dari umat Islam, masih banyak sekolah dan masjid yang belum dikembalikan pemerintah ke tangan kaum muslimin.
Sementara gereja, seluruh properti, rumah-rumah ibadah, wakaf dan lain-lain sudah dikembalikan pemerintah. Yang menyakitkan, seorang Muslim bisa melihat di kota Ufa, ibukota Republik Islam Bashkirstan, berdiri 14 gereja berbanding satu masjid saja. Sementara beberapa masjid lain di kota ini belum dikembalikan pemerintah, juga empat sekolah dan institusi Islam. Semua ini mengungkapkan dengan jelas bahwa Muslim di Rusia tidak diperlakukan sebagaimana pengikut agama-agama lain.
Meskipun pembagian kekuasaan terlihat dengan sangat jelas, hanya saja kaum muslimin berhasil membentuk lembaga-lembaga keagamaan. Setiap lembaga memiliki imam dan da’i yang menyebarkan Dakwah Islam, beberapa orang berasal dari Rusia sendiri, dan lainnya adalah da’i yang datang ke negara ini dari negara-negara Arab dan Islam.
Tujuh puluh tahun pemerintahan komunis adalah masa-masa paling berat yang dialami kaum muslimin. Mereka dibelenggu secara intelektual, sosial, dan bahkan untuk mengerjakan ritual keagamaan. Sementara sekarang, mereka sangat membutuhkan adanya orang yang akan mengajarkan mereka bagaimana tatacara wudhu, kemudian shalat dan kewajiban-kewajiban pokok lain yang diperintahkan Islam kepada para pengikutnya.
Selain itu, ada pula beberapa kelompok muslim di Rusia yang menyampaikan risalah Islam di beberapa desa dan menjelaskan prinsip-prinsip Islam serta tujuannya. Kelompok-kelompok ini juga mendistribusikan buku-buku Islam dan mendirikan kemah bagi pemuda Muslim untuk mendorong mereka menghafal Al-Qur’an sebagai upaya mengikat generasi muda dengan agama Islam.
Saat ini, di Rusia terdapat sekolah Islam di bawah pengawasan lembaga keagamaan dengan kurikulum pengenalan agama Islam. Selain itu, materi diajarkan untuk anak-anak kaum muslimin dianggap sebagai bahasa asing; bukan bahasa Inggris, Jerman atau Perancis, hal ini terjadi di sekolah-sekolah di Republik Chechnya dan Tatarstan.
Dengan demikian, mahasiswa muslim diharamkan belajar bahasa asing, bagi mereka yang ingin mempelajari ajaran agama Islam. Sementara untuk orang-orang Kristen, mereka tidak mengalami hukum yang tidak adil ini, mereka menerima ajaran-ajaran Kristen disamping itu juga mereka bisa mempelajari bahasa asing.
Pada tahun 1992, upaya umat Islam di Rusia mencapai puncaknya dengan mendirikan lembaga pusat terpadu untuk organisasi-organisasi keagamaan dan pusat-pusat Islam di seluruh Rusia yang diberi nama “Dewan Tertinggi Koordinasi Lembaga Keislaman di Rusia. “
Sejak tanggal tersebut, Dewan berfungsi untuk menyatukan upaya dan mengkoordinasikan kegiatan lembaga-lembaga Islam dan seluruh Federasi Rusia, negara-negara independen dan Negara Baltik, hingga akhirnya pada bulan April 1994 berlangung konferensi yang dihadiri sejumlah besar organisasi sosial dan profesional Islam Rusia serta hadir pula para diplomat yang mewakili pemimpin Federasi Rusia. Kemudian, Dewan Tertinggi Koordinasi, mendapat pengakuan resmi dari pemerintahan sesuai keputusan Menteri Kehakiman Federal pada tahun 1994.
Dewan Koordinasi Tertinggi terus meningkatkan kerjasama dengan organisasi-organisasi profesional, pusat sosial dan budaya Islam di Rusia sebagai persiapan bergabungnya Organisasi-organisasi ini, di antaranya adalah Forum Islam, Donasi Pembangunan Islam dan Masyarakat Muslim, Pusat Kebudayaan Islam dan lain-lain.
Tujuan dari Dewan Koordinasi Tertinggi di Rusia ini adalah menyatukan semua upaya kaum muslimin dan organisasi mereka, mengkoordinasikan kegiatan mereka di Federasi Rusia, menyebarkan agama Islam, membangun masjid dan memakmurkannya serta mengembalikan ribuan masjid dan sekolah Islam yang masih berada di bawah cengkeraman pemerintah federal.
Dewan Koordinasi juga aktif dalam penyebaran ilmu syairah, pengajaran Al-Qur’an, Fikih Islam, berkontribusi dalam pembangunan sekolah-sekolah Islam dan penerjemahan buku-buku Islam ke bahasa Rusia. Dewan Koordinasi ini juga berupaya keras membela isu-isu kaum muslimin, berbicara atas nama mereka di tingkat federal, dan menyebarkan budaya Islam dengan mendirikan seminar, kuliah serta kamp pendidikan dan pelatihan.
Dewan Tertinggi Koordinasi bertujuan memperkuat ikatan kaum muslimin di antara mereka dan pembentukan lembaga baru agama seraya memperkuat lembaga yang sudah ada. Selain itu, Dewan memberikan dukungan kepada Pusat-pusat kajian Islam baru di semua daerah untuk aktif membimbing kaum muslimin di semua bidang kehidupan dan membangun sebuah masyarakat Islami berdasarkan akidah yang lurus dan semangat persaudaraan.
 
 

Jumat, 21 Maret 2014

0 HIKING


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!

japan best hiking (1)
Hiking atau mendaki gunung bisa menjadi tema liburan anda di akhir pekan nanti. Hiking merupakan kegiatan outdoor yang sedang popular dikalangan anak muda, selain itu hiking merupakan symbol dari olahraga dan rekreasi dimana anda akan berjalan melalui padang, gurun, mendaki bukit sampai dengan gunung. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar  menemukan keindahan pemandangan selama anda mendaki.
Pendaki tidak perlu menjadi ahli hiking untuk menikmati manfaat pendakian. Untuk para pemula tidak perlu khawatir, berikut tips aman dalam melakukan kegiatan hiking, sehingga pertualangan anda akan menyenangkan bahkan saat hujan, diantaranya:

Perencanaan pendakian
Anda diwajibkan untuk merencanakan pendakian dengan matang. Diawali dengan pemilihan lokasi hiking, rute pendakian, jumlah pendaki, kondisi cuaca, jangka waktu anda mendaki hingga persiapan bekal dan perlengkapan lainnya yang perlu dipersiapkan.

Persiapkan fisik dan mental
Sebelum melakukan hiking disarankan untuk anda menjaga kesehatan dan berolah raga secara rutin. Hal ini dimaksudnya untuk menjaga fisik anda selama hiking nantinya.

Membawa perlengkapan secukupnya dan tidak memberatkan bawaan anda
Bawalah perlengkapan yang sekiranya dibutuhkan saat hiking, tentukan barang bawaan berdasarkan lokasi, lamanya anda mendaki, kondisi cuaca hingga jumlah peserta pendakian. Beberapa perlengkapan yang sangat penting untuk dibawa yaitu tas ransel khusus hiking, sepatu trekking, jaket tebal, jas hujan, sleeping bag (kantong tidur), baju ganti secukupnya, peralatan masak mini, senter, tenda, korek api,kantong plastic, obat – obatan dan lain – lain yang sekiranya butuh untuk dibawa. Dalam memasukkan perlengkapan ke dalam tas, dianjurkan untuk meletakkan barang berat di posisi paling atas sedangkan untuk perlengakapn ringan di posisi paling bawah. Hal ini beguna agar beban terberat berada dipundak anda, bukan di pinggang sehingga memudahkan anda berjalan saat mendaki gunung.

Alat komunikasi (handphone)
Agar mudah menghubungi keluarga saat pendakian, dibutuhkan provider dengan jaringan luas. KartuHalo dari telkomsel menjawab pertanyaan anda mengenai kartu GSM yang memiliki jaringan signal luas. Beberapa kelebihan lain yang ditawarkan oleh kartuHalo diantaranya: (1) Widest Coverage HSPA merupakan jaringan komunikasi yang kuat dengan cangkupan terluas dan prioritas di jaringan High Speed Packet Access (HSPA), (2) Priority data access up to 7.2 Mbps, dengan prioritas akses layanan data yang lebih cepat hingga 7.2 Mbps, dan (3) Best rate for IDD and International Roaming service, yaitu layanan roaming internasional dengan tarif yang terjangkau. Walaupun anda berada dipuncak gunung, anda dapat tetap lancar berkomunikasi dengan keluarga maupun rekan tanpa terputus – putus.

Memperoleh perizinan pendakian
Sebelum proses mendaki, anda diharuskan melapor dan memperoleh izin dari beberapa pihak terutama Pos Pendakian. Hal ini agar pos pendakian dapat menghubungi keluarga atau rekan bila terjadi musibah saat anda mendaki.

Menjaga alam
Nikmati keindahan alam dengan selalu menjaga alam saat pendakian, selama pendakian hindari perbuatan – perbuatan yang dapat merusak keindahan alam dan keseimbangan alam, seperti membuang sampah sembarangan, mencoret – coret hingga menebang tumbuhan sembarangan.
Dengan tips – tips berikut maka pendakian akan terlaksana sesuai harapan dan terhindar dari hal – hal yang tidak diinginkan seperti tersesat ayau hipotemia (kondisi dimana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin). Selamat berlibur.


Beberapa lokasi Hiking 

1. Daisetsuzan National Park (Hokkaidou)

japan best hiking (4)
Namanya berarti ‘Big Snow Mountain‘ dan selama beberapa tahun, gunung yang besar di Hokkaidou ini hidup sesuai dengan namanya. Ketika salju mencair, hiking pun menjadi ramai. Dikenal sebagai ‘Nutakukamushupe‘ dalam bahasa Ainu, Daisetsuzan atau ‘Big Snow Mountain‘ adalah taman nasional terbesar di Jepang, yang mencakup lebih dari 2300 km persegi. Sebuah wilayah gunung yang luas, gunung berapi yang aktif, onsen terpencil, danau yang jernih dan hutan yang lebat, Daisetsuzan adalah jenis tempat yang para pekerja stres di Tokyo dan Osaka impikan pada perjalanan mereka sehari-hari. Hampir tak tersentuh oleh tangan manusia, taman ini memiliki pariwisata yang minim, dengan sebagian besar pengunjung terpusat di desa-desa dengan mata air panas di pinggirannya. Dari kenyamanan hotel di onsen tempat kalian menginap, kalian dapat sedikit berjalan-jalan ke interior taman ini, datang ke puncaknya dan melakukan hiking melalui lembahnya pada rute-rute yang menantang.


2. Kamikouchi (Nagano-ken)

japan best hiking (5)
Sebuah tempat terasing di jantung pegunungan tinggi di Jepang, Kamikouchi memiliki beberapa pemandangan paling indah di Jepang. Kamikouchi menawarkan beberapa pemandangan paling spektakuler di Jepang di sepanjang sungai Azusa-gawa yang deras, dan berbagai jalan setapak untuk hiking dari yang terlihat. Pada akhir abad ke-19, orang-orang asing ‘menemukan’ wilayah pegunungan ini dan menciptakan istilah ‘Alpen Jepang’. Seorang misionaris Inggris, Pendeta Walter Weston, bekerja keras dari puncak ke puncak dan memicu minat orang-orang Jepang dalam menjelajah pegunungan sebagai olahraga. Ia kini dihormati dengan festival (pada hari Minggu pertama bulan Juni, pembukaan resmi dari musim hiking), dan Kamikouchi telah menjadi markas bagi para pejalan kaki dan pendaki. Telah menjadi sesuatu yang menyenangkan untuk pergi ke sana-sini di sepanjang jalur sungai Kamikouchi yang berjajar dengan sasa (rumput bambu).


3. Fuji-san (Shizuoka-ken)

japan best hiking (6)
Apa yang membuat para pendaki serius akan datang ke Jepang jika tidak mencapai puncak tertinggi di Jepang? Jika kalian berada di sini pada bulan Juli atau Agustus, pendakian di Gunung Fuji adalah suatu keharusan. Pada ketinggian 3776 meter, Gunung Fuji adalah puncak tertinggi dan paling terkenal di Jepang, dan jelas-jelas adalah daya tarik alami negeri itu. Selain mendaki Fuji-san, para pengunjung dapat berburu pemandangan berharga dari gunung suci ini dari seluruh Fuji Go-ko (Fuji Five Lakes). Bulan-bulan saat musim dingin dan musim semi adalah saat terbaik untuk melihat Fuji, namun, bahkan selama saat-saat tersebut puncaknya yang berselimut salju mungkin hanya bisa dilihat di pagi hari sebelum bersembunyi di balik tirai awan. Kesulitannya untuk dipandang itu, tentu saja, adalah bagian yang menarik.


4. Yakushima (Kagoshima-ken)

japan best hiking (7)
Pulau di selatan Kyuuushuu ini adalah rumah bagi pohon kuno Joumon Sugi dan beberapa area hiking pegunungan yang indah. Ditunjuk sebagai Situs Warisan Dunia Unesco pada tahun 1993, Yakushima adalah salah satu pulau yang paling berharga di Kepulauan Barat Daya. Puncak gunungnya yang terjal dari interior pulau ini adalah rumah bagi yaku-sugi (Cryptomeria japonica) yang terkenal di dunia, pohon cemara kuno yang dikatakan telah menjadi inspirasi bagi beberapa adegan di animasi klasik Princess Mononoke garapan Hayao Miyazaki.
Melakukan hiking di antara puncak-puncak tinggi dan hutan berlumut adalah kegiatan utama di Yakushima, tetapi pulau ini juga rumah bagi beberapa onsen pesisir yang sangat baik dan beberapa pantai berpasir. Perlu diingat bahwa Yakushima adalah tempat yang ekstrem: Pegunungannya memeras setiap tetes terakhir uap air dari awan yang lewat dan interior pulau ini adalah salah satu tempat terbasah di Jepang. di musim dingin puncaknya dapat tertutup salju, sedangkan pantainya masih relatif nyaman. Apapun yang kalian lakukan, datanglah dengan perlengkapan yang baik dan jangan melakukan hiking tanpa membawa peta yang baik dan peralatan yang tepat. Sebuah Surat Izin Mengemudi Internasional juga akan sangat meningkatkan kenikmatan kalian di sini, karena hanya terdapat bus sedikit dan jarak yang jauh antara satu sama lainnya.


5. Aso-san (Kumamoto-ken)

japan best hiking (8)
Gunung berapi semi-aktif di Kyuushuu ini menawarkan beberapa area hiking dan pemandangan yang luar biasa. Ancaman yang selalu ada akan letusan menambah sensasi tertentu untuk melakukan hiking. Pada setengah jalan antara Kumamoto dan Beppu terdapat kaldera gunung berapi Aso-san yang sangat indah. Tempat ini merupakan yang terbesar di dunia (dengan lingkar 128 km) , begitu besarnya sehingga sulit pada awalnya untuk menentukan skalanya. Dibentuk melalui serangkaian letusan selama 300.000 tahun terakhir, kawah luarnya saat ini berumur sekitar 90.000 tahun dan sekarang menampung kota-kota, desa-desa dan jalur kereta. Aso-san masih aktif, dan puncaknya sering dibatasi untuk lewat karena emisi gas beracun atau kondisi anginnya. Kalian dapat memeriksa ke pusat informasi wisatawan atau di sini untuk update dalam bahasa Inggris.
Lebih baik dieksplorasi dengan mobil, daerah ini menawarkan beberapa tempat mengemudi yang luar biasa, beragam pemandangan dan tempat terasing yang damai. Rute 57, 265 dan 325 membuat sirkuit di luar kaldera, dan jalur kereta JR Hohi melaju di bagian utara. Jika kalian mengemudi, Daikanbou Lookout adalah salah satu tempat terbaik untuk menempuh semuanya, tapi tempat itu sering penuh sesak dengan bus. Shiroyama Temboudai di Yamanami Hwy adalah alternatif yang baik. Aso adalah kota utama, tapi Takamori, ke selatan, lebih intim dan menawan.


6. Santa Cruz Trek


 terletak di Peru. jauh tracknya adalah 31 mil atau sekitar kurang dari 4 hari perjalanan. disisi jalan teman-teman akan disuguhi pemandangan yang sangat indah dengan adanya padang bunga liar, danau pirus dan banyak hal indah lainnya.


7. Kilimanjaro National Park

 
terletak di Tanzania benua Afrika. sebelum sampai ke puncak bersalju gunung kilimanjaro, kalian akan disuguhi dengan pemandangan akan satwa-satwa liar afrika yang sangat menakjubkan


8. Gunung Mahameru 

 
gunung ini adalah gunung tertinggi di pulau jawa dan gunung tertinggi kedua di Indonesia dengan ketinggian sekitar 3.676m dari permukaan laut dan merupakan salah satu gunung berapi yang paling aktif. disepanjang perjalanan ada banyak sekali tempat yang indah dan dipenuhi dengan misteri, kabut yang akan mempesona mata kalian ada di Ranu Kumbolo


Nah kalo ini lokasi hiking unik yang ada di danau

Fenomena alam yang aneh membuat jalur hiking cantik di Austria ini berubah menjadi lokasi diving sedalam 10 meter yang unik selama setengah tahun.

Lokasinya di kaki Pegunungan Hochschwab, di Tragoess, Styria, AUSTRIA. Green Lake merupakan salah satu fenomena alam teraneh di dunia. Selama musim dingin lokasi ini benar-benar kering layaknya lokasi hiking biasa dimana banyak orang kota datang kesitu untuk berlibur. Tapi berbarengan dengan naiknya temperatur, salju dan es yang melingkupi pegunungan mulai mencair dan airnya membanjiri lokasi ini dan membuatnya menjadi lokasi di bawah air yang airnya sejernih kristal.
Kedalamannya mulai dari 1-2 meter hingga lebih dari 10 meter di awal musim panas. Perairan Green Lake ini mencapai titik paling dalamnya di bulan Juni dimana banyak penggemar diving datang demi menikmati keindahan taman pegunungan di dalam air. Bangku-bangku tempat duduk, rumput-rumput hijau pegunungan, pepohonan, jalan-jalan, dan bahkan jembatan di bawah air menciptakan suasana menakjubkan seakan berada di daratan. Tapi fenomena ini hanya berlangsung pada paruh tahun tiap tahunnya. Justru hal ini yang membuat orang banyak penasaran.

Gambar-gambar di bawah ini diambil selama berlangsungnya musim panas (summer).






Jumat, 07 Maret 2014

0 Sungguh Kejam, Janin Bayi Dijadikan Makanan Soup Sungguh Kejam, Janin Bayi Dijadikan Makanan Soup


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!

 http://anehdidunia.blogspot.com
Cerita ini ditulis oleh seorang wartawan di Taiwan sehubungan dengan adanya gosip mengenai makanan penambah kekuatan dan stamina yang dibuatdari sari/kaldu janin manusia. ‘Healthy Soup’ yang dipercaya dapat meningkatkan stamina dan keperkasaan pria terbuat dari janin bayi manusia berumur 6 – 8 bulan dapat dibeli per porsi seharga 3000-4000 RMB (mata uang setempat). Salah seorang pengusaha pemilik pabrik di daerah Tong Wan,Taiwan mengaku sebagai pengkonsumsi tetap ‘Healthy Soup’. Sebagai hasilnya, pria berusia 62 tahun menjelaskan khasiat ‘Healthy Soup’ ini mempertahankan kemampuannya untuk dapat berhubungan seks beberapa kali dalam semalam.


http://anehdidunia.blogspot.com

Penulis diajak oleh pengusaha tersebut di atas ke salah satu restoran yang menyediakan ‘Healthy Soup’ di kota Fu SanCanton dan diperkenalkan kepada juru masak restoran tersebut. Kata sandi untuk ‘Healthy Soup’ adalah BAIKUT. Juru masak restoran menyatakan jenis makanan tersebut tidak mudah di dapat karena mereka tidak tersedia ‘ready stock’. Ditambahkan pula bahwa makanan tersebut harus disajikan secara fresh,bukan frozen. Tetapi kalau berminat, mereka menyediakan ari-ari bayi(plasenta) yang dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual dan juga obat awet muda. Juru masak restoran tersebut mengatakan jika memang menginginkan Healthy Soup’, dia menganjurkan untuk datang ke sebuah desa di luar kotadi mana ada sepasang suami istri yang istrinya sedang mengandung 8 bulan. Diceritakan pula bahwa si istri sebelumnya sudah pernah mengandung 2 kali, tetapi kedua anaknya lahir dengan jenis kelamin perempuan. Jika kali ini lahirperempuan lagi, maka ‘Healthy Soup’ dapat diperoleh dalam waktu dekat.Cara pembuatan ‘Healthy Soup’, seperti yang diceritakan oleh jurnalis yang meliput kisah ini adalah sebagai berikut: Janin yang berumur beberapabulan, ditambah Pachan, Tongseng, Tongkui, Keichi, Jahe, daging ayam danBaikut, di tim selama 8 jam, setelah itu dimasak selayaknya memasak sup.Beberapa hari kemudian seorang sumber menghubungi penulis untuk memberitahukan bahwa di Thaisan ada restoran yang sudah mempunyai stok untuk ‘Healthy Soup’. Bersama sang pengusaha, penulis dan fotografer pergi ke restoran di Thaisan untuk bertemu dengan juru masak restoran tersebut yang tanpa membuang waktu langsung mengajak rombongan untuk tour ke dapur. Di atas papan potong tampak janin tak bernyawa itu tidak lebih besar dari seekor kucing. Sang juru masak menjelaskan bahwa janin tersebut baru berusia 5 bulan.

http://anehdidunia.blogspot.com


Tidak dijelaskan berapa harga belinya, yang pasti itu tergantung besar-kecil, hidup-mati janin tersebut dan sebagainya (Masya Allah!!!). Kali ini, harga per porsi ‘Healthy Soup’ 3,500 RMB karena stok sedang sulit untuk didapat. Sambil mempersiapkan pesanan kami, dengan terbuka juru masak tersebut menerangkan bahwa janin yang keguguran atau digugurkan, biasanya mati, dapat dibeli hanya dengan beberapa ratus RMB saja, sedang kalau dekat tanggal kelahiran dan masih hidup, bisa semahal 2.000 RMB.


http://anehdidunia.com
 
Urusan bayi itu diserahkan ke restoran dalam keadaan hidup atau mati, tidak ada yg mengetahui. Setelah selesai, ‘Healthy Soup’ disajikan panas di atas meja, penulis dan fotografer tidak bernyali untuk ikut mencicipi, setelah kunjungan di dapur, sudah kehilangan semua selera makan, maka cepat-cepat meninggalkan mereka dengan alasan tidak enak badan. Menurut beberapa sumber, janin yang dikonsumsi semua adalah janin bayi perempuan. Apakah ini merupakan akibat kebijaksanaan pemerintah China untuk mewajibkan satu anak dalam satu keluarga yg berlaku sampai sekarang, atau hanya karena kegemaran orang akan makanan sehat sudah mencapai suatukondisi yang sangat terkutuk.


http://anehdidunia.blogspot.com

http://anehdidunia.blogspot.com
 
http://anehdidunia.blogspot.com
 
Pesan:
Harap teruskan cerita ini kepada setiap orang demi menghindari penyebarluasan kebiasaan yang tak berperikemanusiaan tersebut. Sebagai manusia beragama dan berpikiran sehat, kita berkewajiban untuk menghentikan tindakan kanibalisme dalam bentuk dan alasan apapun. Bangsa manusia adalah bangsa yang derajatnya paling tinggi dari mahluk apapun di bumi ini, dan tindakan tersebut adalah tindakan yang sesungguhnya bukan berasal dari pemikiran manusia









Sumber :http://www.anehdidunia.com/2012/03/sungguh-kejam-janin-bayi-dijadikan.html


Rabu, 08 Januari 2014

0 TUGAS RANGKUMAN KELAS 9 BIOLOGI


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!


Kelangsungan hidup organisme

     





Nama : awwal fauzan p
Kelas :9-g
No : 10

KELANGSUNGAN HIDUP ORGANISME


KELANGSUNGAN HIDUP ORGANISME (Plassa.net). Kelangsungan hidup organisme didukung atau dipengaruhi oleh 3 peristiwa yaitu adaptasi, seleksi alam, dan perkembangbiakan. Adaptasi merupakan penyesuaian makhluk hidup terhadap lingkungan. Seleksi alam merupakan kemampuan alam untuk menyeleksi organisme yang ada di dalamnya. Dengan beradaptasi makhluk hidup yang mampu bertahan akan berlangsung hidupnya, sedangkan yang tidak mampu bertahan akan punah, dalam peristiwa inilah alam akan berperan sebagai penyeleksi. Sedangkan perkembangbiakan untuk melestarikan jenisnya sehingga kelangsungan hidupnya akan tetap berlangsung.

Blogger Widgets